SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat https://ejournal.aissrd.org/index.php/sepakat <p><strong>SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat eISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1568618966" target="_blank" rel="noopener">2686-441X</a></strong></p> <p><strong>SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat </strong>is an international, peer-reviewed journal publishing articles on all aspects of SOCIAL SCIENCES. <strong>SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat</strong> welcomes submissions of the following article types: (1) Papers: reports of high-quality original research with conclusions representing a significant advance, novelty or new finding in the field; (2) Topical Reviews: written by leading researchers in their fields, these articles present the background to and overview of a particular field, and the current state of the art. Topical Reviews are normally invited by the Editorial Board; (3) Comments: comment or criticism on work previously published in the journal. These are usually published with an associated Reply. <strong>SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat</strong> publishes four issues per year, published by IPEST, International Peneliti Ekonomi, Sosial dan Teknologi, Indonesia, and published in <span class="st">English</span>, <span class="st">published in hybrid English or Bahasa<wbr></span></p> INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI en-US SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat 2686-441X MENINGKATKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMA TERPADU BAITUL HIKMAH https://ejournal.aissrd.org/index.php/sepakat/article/view/263 <p>Tujuan diadakan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan&nbsp; kepada para siswa SMA Terpadu Baitul Hikmah, Depok. Hal ini sangat penting bagi siswa agar dapat mempersiapkan setelah lulus dari SMA untuk terjun ke wirausaha. Peserta pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari para dosen Universitas Pamulang, Prodi Manajemen sebagai nara sumber, 28 siswa SMA Baitul Hikmah, dan Bapak/ ibu guru. Metode yang digunakan yaitu melakukan presentasi, penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab kepada siswa tentang wawasan dan pengetahuannya terhadap wirausaha, dilanjutkan dengan penyuluhan pentingnya berwirausaha. Pada acara Pengabdian Kepada masyarakat, ada beberapa siswa yang bertanya, bagaimana mempersiapkan menjadi wirausaha, bagaimana jika terkendala dengan modal, dan jenis usaha yang dipersiapkan dalam menjalankan UMKM ? Sekolah SMA Terpadu Baitul Hikmah sudah melaksanakan mata pelajaran kewirausahaan dan keterampilan. Maka disarankan Guru dapat membina siswa untuk terampil dalam membangun sikap kewirausahaan. Disarankan agar dibuatkan kelas tersendiri dan dibina untuk menjadi para pelaku UMKM, dengan pelajaran khusus. Siswa diarahkan untuk belajar mandiri dan belajar mengelola keuangan. Masing-masing siswa disuruh menjalankan usahanya dari sekarang dan dipandu untuk terjun ke dunia UMKM, sehingga setelah lulus mereka sudah siap ke masyarakat. Tujuan PKM ini untuk membekali siswa SMA Baitul Hikmah untuk siap berwirausaha. Luaran yang diharapkan berupa artikel ilmiah pada jurnal&nbsp; naional terakreditasi dan publikasi hak cipta.</p> Adji Widodo Yhonanda Harsono Udin Saprudin Copyright (c) 2024 Adji Widodo, Yhonanda Harsono, Udin Saprudin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-06-22 2024-06-22 4 1 1 6 10.56371/sepakat.v4i1.263 TANTANGAN DAN PELUANG KARIR DI ERA DIGITAL https://ejournal.aissrd.org/index.php/sepakat/article/view/267 <p>Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memaparkan tantangan serta peluang karier pada SMA Baitul Hikmah di era industri 4.0. Pengabdian kepada Masyarakat&nbsp; ditunjang dengan metode kepustakaan (<em>library research</em>), sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa jurnal, buku, hasil penelitian, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan Pengabdian kepada Masyarakat ini menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh SMA Baitul Hikmah di era digital. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh SMA Baitul Hikmah di era digital meliputi krisis moral, keterampilan melek digital, krisis sosial, perkembangan IPTEK, menjadi teladan, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Di sisi lain, peluang yang ada bagi SMA Baitul Hikmah di era digital adalah pengembangan pembelajaran berbasis digital yang fleksibel dan menarik, serta pengembangan bahan ajar berwawasan multikultural yang memperluas pemahaman siswa tentang dunia.</p> Isep Amas Priatna Gojali Supandi Copyright (c) 2024 Isep Amas Priatna, Gojali Supandi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-06-22 2024-06-22 4 1 7 11 10.56371/sepakat.v4i1.267 PENGENALAN POTENSI DIRI SEBAGAI PONDASI UNTUK PENGEMBANGAN DIRI https://ejournal.aissrd.org/index.php/sepakat/article/view/269 <p>Pengabdian&nbsp; ini&nbsp; bekerjasama&nbsp; dengan&nbsp; Yayasan Rumah Yatim Piatu Mutiara Islami yang berlokasi di Parung, Kabupaten Bogor. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan potensi diri yang menjadi bagian dari diri anak-anak. Apabila mereka mengenali potensi yang ada dalan dirinya, maka mereka akan terbuka pemikirannya dan kelak akan tahu bagaimana harus bersikap yang sesuai dengan potensi yang telah melekat dalam dirinya. Inilah yang dapat dijadikan pondasi oleh anak-anak dalam menentukan masa depannya. Sehingga jalur untuk pengembangan dirinya sudah terbuka lebar.&nbsp;Anak-anak yatim piatu yang menghuni Yayasan Rumah Yatim Piatu Mutiara Islami akan dilibatkan sebagai peserta. Merekalah yang akan dibedah potensinya. Tak ayal, PKM ini akan lebih banyak dijalankan dengan metode ceramah dan sedikit bermain peran. PKM ini berlangsung 2 hari yaitu di tanggak 3 dan 4 April 2024. Hari Pertama lebih ke pemberian materi. Sedangkan di hari kedua, akan banyak diisi dengan bermain peran. Selanjutnya, dilakukan juga diskusi dengan para peserta. Hasil PKM&nbsp; berupa hasil identifikasi potensi diri yang akan dijadikan acuan untuk pengembangan dirinya ke depan. Hasil PKM&nbsp; berupa hasil identifikasi potensi diri yang akan dijadikan acuan untuk pengembangan dirinya ke depan. Harapannya, potret diri anak-anak Yatim Piatu dapat teridentifikasi, terarah dan terukur. Masukan dan saran dari narasumber dapat dijadikan peletup dan motivasi anak-anak untuk berubah. Laporan PKM ini sendiri akan dipublikasikan agar dapat dipelajari dan ditiru oleh pembaca</p> Chandra Fitra Arifianto Hadijah Febriana Kiki Dwi Wijayanti Copyright (c) 2024 Chandra Fitra Arifianto, Hadijah Febriana, Kiki Dwi Wijayanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-06-23 2024-06-23 4 1 12 18 10.56371/sepakat.v4i1.269 PELUANG DAN STATEGI USAHA BARU DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA https://ejournal.aissrd.org/index.php/sepakat/article/view/270 <p>Masalah ekonomi (keuangan) dalam keluarga bisa terjadi akibat banyak hal. Mulai dari pengeluaran yang tidak terkendali sehingga menyebabkan adanya hutang, prioritas pengeluaran anggota keluarga berbeda sampai ketidaksepakatan dalam perencanaan keuangan. Beberapa keluarga yang berada di Pagedangan kabupaten Tangerang, Banten dulunya banyak yang bercocok tanam untuk menghidupi keluarga. Ekonomi keluarganya ditopang dari hasil panen yang mereka dapatkan. Tapi saat ini lahan untuk bercocok tanam sudah banyak digunakan untuk Pembangunan perumahan, mall, serta perkantoran. Sehingga menyebabkan hilangnya pekerjaan para kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut. Berdasarkan analisis situasi tersebut, beberapa point penting yang kami dapat ialah : (1) Tidak adanya lahan untuk kembali bercocok tanam (2) Minimnya pengetahuan tentang peluang usaha baru (3) Minimnya literasi keuangan keluarga. Solusi yang diusulkan atau ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini ialah : (1) Edukasi&nbsp;:&nbsp;Disini kami mengedukasi masyarakat dengan membekali mereka dengan materi kewirausahaan. (2)&nbsp;Kewirausahaan : kami&nbsp;membekali masyarakat dengan cara berwirausaha, menggali kemampuan&nbsp;atau&nbsp;keterampilan mereka dan kemudian produk yang dihasilkan bisa dijual&nbsp;atau&nbsp;dipasarkan&nbsp;agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, tidak bergantung kepada orang lain dan mampu membuka lapangan kerja bagi orang banyak.​​​​​(3) Bantuan Sosial : kami&nbsp;memberi bantuan sosial kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat bisa membuka usaha sesuai dengan kemampuan atau keahlian mereka.</p> Tri Sulistyani Neneng Tita Amalya Yhonanda Harsono Copyright (c) 2024 Tri Sulistyani, Neneng Tita Amalya, Yhonanda Harsono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-06-22 2024-06-22 4 1 19 26 10.56371/sepakat.v4i1.270