PENGEMBANGAN SANTRIPRENEUR DI PESANTREN RUHAMA AL-FAJAR KALIPUTIH BOGOR MELALUI MODEL EDUKASI BISNIS BERBASIS PESANTREN

Authors

  • Syamsi Mawardi Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Suworo Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Tarwijo Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.578

Keywords:

Kewirausahaan, Model Edukasi Bisnis, Pesantren, Santripreneur

Abstract

Pesantren memiliki posisi yang unik untuk menciptakan generasi yang tangguh secara mental dan spiritual. Selain itu, disiplin, kesederhanaan, dan semangat kolektif yang dibudidayakan di lingkungan pesantren merupakan komponen penting dari modal sosial yang dibutuhkan untuk mengembangkan wirausaha. Semangat kewirausahaan ini dapat mencakup kemandirian, kreativitas, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Santripreneur bukan hanya sekedar wirausahawan biasa, melainkan juga agen perubahan yang berbasis agama. Pesantren Ruhama Alfajar adalah salah satu pesantren yang berusaha memenuhi visi kemandirian Santri dengan mengembangkan Model Pendidikan Bisnis yang didasarkan pada prinsip-prinsip Pesantren. Model ini akan membantu menciptakan generasi baru santri yang tidak hanya kompeten secara spiritual, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui produk atau layanan mereka di sektor pertanian, perdagangan, dan bisnis berbasis teknologi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para santripreneur dengan menggunakan model pendidikan berbasis pesantren yang berfokus pada pengembangan kemandirian dan inovasi dengan menciptakan santri yang berdaya saing. Metode kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari pemberian workshop untuk melatih peserta di bidang kewirausahaan dasar, pertanian modern, dan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat telah menambah pengetahuan tentang kewirausahaan, sehingga memungkinkan para peserta program pengabdian masyarakat memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi dengan anggota masyarakat lainnya sebagai santripreneur.

References

Fauzan, A. (2021). Life Skill Kewirausahaan untuk Santri di Era Globalisasi. Yogyakarta: Deepublish.

Hidayat, R. (2020). Kewirausahaan Pesantren: Strategi Kemandirian Ekonomi Umat. Bandung: Alfabeta.

Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship. New York: McGraw-Hill Education.

Huda, M. (2017). Santripreneur dan pemberdayaan pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 33–48.

Kolb, D. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

Suharto, U. (2018). Santri mandiri: Model penguatan ekonomi berbasis pesantren. Jurnal Sosial Keagamaan, 4(1), 22–30.

Suryana. (2013). Kewirausahaan: Kiat dan proses menuju sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Wahid, A. (2019). Pendidikan Pesantren dan Ekonomi Komunitas. Jakarta: Pustaka Pesantren.

Zimmerer, T. W., & Scarborough, N. M. (2008). Essentials of entrepreneurship and small business management. New Jersey: Pearson Education.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Mawardi, S., Suworo, & Tarwijo. (2025). PENGEMBANGAN SANTRIPRENEUR DI PESANTREN RUHAMA AL-FAJAR KALIPUTIH BOGOR MELALUI MODEL EDUKASI BISNIS BERBASIS PESANTREN. SEPAKAT Sesi Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 186–192. https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.578