PENGUATAN KOORDINASI PEMERINTAH DAN INTERVENSI KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN

Authors

  • Piki Darma Kristian Pardede Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Timor, Kefamenanu, Indonesia
  • Apriliani Lase Program Studi Pariwisata, Universitas Imelda, Medan, Indonesia
  • Asima Yanti Siahaan Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Tunggul Sihombing Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.575

Keywords:

Intervensi Komunitas, Penanggulangan Bencana, Koordinasi, Keltana

Abstract

Kota Medan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara yang rentan mengalami bencana banjir hampir setiap musim penghujan. Upaya penanggulangan bencana selama ini telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun dari masyarakat Kota Medan itu sendiri, hal ini berimplikasi pada pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kota Medan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat menimpa masyarakat di Kota Medan, wilayah yang dikenal rawan banjir. Pentingnya kegiatan ini terletak pada upaya preventif untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengatasi situasi darurat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis bencana, mengajarkan langkah-langkah mitigasi, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menyusun rencana tanggap darurat, serta mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana. Adapun lokasi yang dipilih adalah Kelurahan Aur, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Tanjung Rejo, Kelurahan Bahari dan Kelurahan Belawan II dengan melibatkan 19 orang informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana di Kota Medan selama ini dilakukan oleh tiga aktor yaitu pemerintah daerah, lembaga lokal, serta masyarakat lokal. Pemerintah lokal menyusun regulasi yang menjadi landasan dalam penanggulangan bencana. Lembaga lokal memiliki inisiatif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di wilayahnya. Sedangkan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana. Ketiga aktor tersebut saling bekerjasama dalam penanggulangan bencana. Selain itu, dari hasil temuan lapangan juga diketahui pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana diantaranya masyarakat sudah memahami potensi-potensi bencana dan rencana tindakan evakuasi maupun edukasi kepada masyarakat

References

Adi, I. R. (2008). Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Rajawali.

Antaranews.com. (2024). BPBD Kota Medan: 24.874 warga terdampak banjir akibat luapan sungai, https://www.antaranews.com/berita/4499837/bpbd-kota-medan-24874-warga-terdampak-banjir-akibat-luapan-sungai

Bündnis Entwicklung Hilft / IFHV (2024): WordRiskReport 2024. Berlin: Bündnis Entwicklung Hilft. Diakses dari https://reliefweb.int/report/world/worldriskreport-2024-focus-multiple-crises

Chambers, R. (2019). Participatory Rural Appraisal: Principles and practice, Dev. Pract., vol. 29, no. 4, pp. 456–465, doi: 10.1080/09614524.2019.1594184.

CRED (Centre for Research on the Epidemiology of Disasters). (2018). "General Classification." EM-DAT: The Emergency Events Database. Brussels. https://www.emdat.be/classification. Diakses pada 2 november 2024

Hikmat, H. (2004). Strategi pemberdayaan masyarakat. Bandung: Humaniora

Infografis Kejadian Bencana di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024) https://gis.bnpb.go.id/arcgis/apps/sites/?fromEdit=true#/public/pages/infografis

Lexy, J. M. (2011). Metodelogi Penetilian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya

Rothman, J., & Tropman, J. E. (1986). Strategies of Community Organization. Human Behavior in the Social Environment.

Satori, D. & Komariah, A. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sayuti, R. H., Mulyawati, S., Juniarsih, N., Nurjannah, S., & Hadi, A. P. (2024). Modal Sosial dan Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta: Yayasan Sahabat Alam Rafflesia.

Sunarti, E (2009). Evaluasi penanggulangan bencana di Indonesia (lesson learned 2006-2007). Bogor: Pusat Studi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan penanggulangan Bencana.

Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 11 tahun 2008 tentang Pedoman Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Peraturan Kepala BNPB Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pedoman Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Pardede, P. D. K., Lase, A., Siahaan, A. Y., & Sihombing, T. (2025). PENGUATAN KOORDINASI PEMERINTAH DAN INTERVENSI KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN. SEPAKAT Sesi Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 193–205. https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.575