PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KEJAPANAN PASURUAN MENJADI MOTIF BATIK SEKAR LUMBUNG KEJAPANAN

Authors

  • Latifatul Hasanah Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Otto Fajarianto Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Alia Nurcahaya Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Thamara Bella Fransisca Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Anggi Kurnia Marta Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Fahira Yusi Listiani Azhara Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia
  • Alifia Nadya Galuh Pribadi Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang, Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.490

Keywords:

batik, Sekar Lumbung Kejapanan, pelestarian budaya, desain motif, pemberdayaan masyarakat

Abstract

UNESCO mengakui Batak sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009 sebagai warisan budaya Indonesia.  Studi ini menyelidiki perkembangan motif batik “Sekar Lumbung Kejapanan” yang dibuat oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang di Desa Kejapanan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melestarikan budaya dan mendorong masyarakat setempat untuk berkembang.   Mengumpulkan referensi visual, melakukan pengabdian literatur, dan melakukan observasi lapangan adalah semua metode yang digunakan untuk melakukan proses eksplorasi. Proses desain termasuk membuat sketsa manual atau digital, mengatur komposisi, dan memilih warna yang sesuai dengan karakteristik batik. Setelah mendapatkan umpan balik dari pelaku UMKM dan pakar batik, proses revisi dilanjutkan dengan pembuatan model digital. Motif yang dibuat terdiri dari unsur tumbuhan, simbol padi dan lumbung, serta sejumlah atribut lainnya yang menggambarkan desa. produksi udeng dan barang dagangan dari bahan berkelanjutan. Pengabdian ini menunjukkan bahwa kolaborasi partisipatif dapat meningkatkan kemampuan siswa, memperkuat jaringan antar kelompok, meningkatkan kearifan lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kearifan lokal.

References

Ali Sandika, Saputri Hani Amelia, & Kurnia Dian Lindanna. (2025). PENCIPTAAN MOTIF BATIK LELUWAK TEHAMBUR SEBAGAI IKON KOTA METRO Sandika. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(1), 468–480.

Khafis, M. S., Murty, D. A., & Sasongko, A. D. W. (2024). Penciptaan motif batik kabumian sebagai ikon Kabupaten Kebumen. Canting?: Jurnal Batik Indonesia, 1(1), 30–38. https://doi.org/10.31941/canting.v1i1.173

Malik Abdul, Retno, & Ayu. (2016). PENGARUH KOMPOSISI MALAM TAWON PADA PEMBUATAN BATIK KLOWONG TERHADAP KUALITAS HASIL PEMBATIKAN Abdul Malik. Teknoin, 22(6), 391–399. https://doi.org/10.20885/teknoin.vol22.iss6.art1

Raharjo, T. (2011). Seni Kriya dan Kerajinan. Yogyakarta: Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.

Riskian, N. (2020, January 16). KKN UM Kembangkan Desa Berbasis Edukasi Seni. Universitas Negeri Malang.

SP. Gustami. (2007). Butir-Butir Mutiara Estetika Timur, Ide Dasar Penciptaan Seni Kriya Indonesia, Prasista.

Supriono, Y. P. (2024). Ensiklopedia The Heritage Of Batik, Identitas Pemersatu Kebanggaan Bangsa. Yogyakarta: Andi

Downloads

Published

2025-12-17

How to Cite

Hasanah, L., Fajarianto, O., Nurcahaya, A., Fransisca, T. B., Marta, A. K., Azhara, F. Y. L., & Pribadi, A. N. G. (2025). PENGEMBANGAN MOTIF BATIK KEJAPANAN PASURUAN MENJADI MOTIF BATIK SEKAR LUMBUNG KEJAPANAN. SEPAKAT Sesi Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 132–137. https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.490