PENDAMPINGAN TEKNOLOGI PERTANIAN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KEMANDIRIAN EKONOMI BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN LAPAS KELAS 1 MALANG
DOI:
https://doi.org/10.56371/sepakat.v5i2.441Keywords:
Teknologi Pertanian, Penguatan Ekonomi, Warga Binaan Pemasyarakatan, PendampinganAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas 1 Malang melalui pendampingan teknologi pertanian. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi warga binaan yang membutuhkan keterampilan produktif selama masa pembinaan, serta keterbatasan sarana alat pertanian modern, akses terhadap teknologi pertanian terkini, dan minimnya pendampingan tenaga ahli. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu identifikasi masalah melalui observasi, kajian pustaka, dan diskusi bersama pihak Lapas; implementasi program melalui pengadaan alat pertanian modern, pelatihan teknologi pertanian, dan pendampingan teknis; serta evaluasi dan pelaporan kegiatan berdasarkan hasil praktik dan observasi lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada 12–20 Juni 2025 di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum, Malang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan alat pertanian modern disambut antusias oleh warga binaan dan berhasil meningkatkan efisiensi kerja pertanian. Pelatihan teknis yang mencakup teori dan praktik langsung meningkatkan pemahaman serta keterampilan WBP dalam mengoperasikan alat dan menerapkan teknik pertanian presisi. Pendampingan intensif juga mendorong terbentuknya sistem kerja kelompok yang efektif dan peningkatan motivasi partisipan dalam kegiatan pertanian. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan kapasitas teknis, kedisiplinan, serta kesiapan WBP dalam menjalankan kegiatan produktif secara mandiri. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membentuk kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara berkelanjutan. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di lembaga pemasyarakatan lainnya sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang kontekstual dan aplikatif.
References
Arida, A., Zakiah, & Juliani. (2015). Analisis Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja pada Sektor Pertanian di Provinsi Aceh. Agrisep, 16(1).
Hukom, A. (2014). Hubungan Ketenagakerjaan Dan Perubahan Struktur Ekonomi terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 7(2).
Kardoyo, K., Farliana, N., & Feriady, M. (2021). Pelatihan Pemasaran Hasil Pertanian dan Perkebunan Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kendal Melalui E-Commerce Berbasis Web Content Management System. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(1). https://doi.org/10.26877/e-dimas.v12i1.4221
Rahmawati, I., Widianto, E., & M. Ishaq, M. I. (2023). Pengelolaan Pembelajaran pada Pelatihan Pengelola Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. Lifelong Education Journal, 2(2). https://doi.org/10.59935/lej.v2i2.135
Sadono, D. (2008). Pemberdayaan Petani: Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Jurnal Penyuluhan, 4(1). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v4i1.2170
Setiawan, I. (2016). PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA. Jurnal Geografi Gea, 6(1). https://doi.org/10.17509/gea.v6i1.1733
Suryadi, S., Turmudi, I., & Afifah, I. N. (2022). Mengembangkan Keterampilan Warga Binaan Melalui Manajemen Program Sarana Asimilasi Dan Edukasi (SAE). Coution?: Journal of Counseling and Education, 3(1). https://doi.org/10.47453/coution.v3i1.697
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Otto Fajarianto, Khusnul Khotimah, Dwi Wulandari, Ponasari Mutiara, Izmy Maulidya Azelina, Linda Afriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




